EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MADU CAMPURAN TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA DI POLI KAKI DIABETIK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN TAHUN 2016

Subhannur Rahman, Dini Rahmayani

Abstract


Latar Belakang: Penyembuhan luka adalah suatu kualitas dari kehidupan jaringan. Hal ini juga berhubungan dengan regenerasi jaringan. Proses penyembuhan luka dapat terjadi secara normal tanpa bantuan, walaupun beberapa bahan perawatan dapat membantu untuk mendukung proses penyembuhan. Pengelolaan luka yang baik akan menentukan hasil akhir proses penyembuhan luka. Salah satu alternatif untuk proses penyembuhan luka bisa menggunakan terapi madu asli atau madu campuran. Madu tentunya memiliki efek antimikroba, anti inflamasi dan meningkatkan fibroblastik, angioblastik serta memiliki kandungan air yang sedikit guna mempercepat proses penyembuhan luka.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan madu campuran terhadap proses penyembuhan luka kaki diabetik di Poli Kaki Diabetik Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.

Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan rancangan penelitian menggunakan rangkaian observasi proses penyembuhan luka dengan
menggunakan madu campuran. Populasi dan sampel penelitian adalah klien dengan luka kaki diabetik grade II dan III dengan jumlah sampel minimal sebanyak 15 sampel.

Hasil: dari penelitian ini menunjukkan rata-rata granulasi pada luka kaki diabetik grade II dan grade III dengan perawatan madu campuran tumbuh pada hari ke 14 sampai dengan 21 hari perawatan.
Kesimpulan: Sehinga dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan madu campuran terhadap proses penyembuhan luka kaki diabetik grade II dan grade III sangat efektif dan menunjukkan hasil granulasi luka yang cepat dan baik.

Kata Kunci : Madu Campuran, Luka Kaki Diabetik.


Full Text:

PDF

References


Admin (2008). Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Anik M (2013). Perawatan Luka Modern Terkini dan Terlengkap. Penerbit : In Media

Choi (2015). The effects of acacia honey on in vitro comeal abrasion wound healing model. BMC, (3):382-386.

Barret J (2015) The antimicrobial activity of prototype modified honey’s that generat reactive oxygen species hydrogen peroxide. BMC

Intanwidya, Y. 2005. Analisa Madu dari Segi Kandungannya.

Notoatmodjo (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta

Potter, P.A., dan Perry, A.G. 2005b. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Vol. 2. Edisi 4. Alih Bahasa oleh Renata Komalasari et al. Jakarta: EGC

Pramana, RE, Suryani, M.. & Supriyono, M (2012) Efektivitas Pengobatan Madu Alami Terhadap Penyembuhan Luka Infeksi Kaki Diabetik (IKD). J, 5(3):1-6.

Januarsih dan Atik. (2008). Perbandingan penyembuhan luka terbuka menggunakan balutan madu atau balutan normal salinepovidone iodine. Jurnal Keperawatan Indonesia. Volume 12. No 1. Jakarta: FKUI

Martiarini (2011). Efek madu dalam proses epitelisasi luka bakar derajat II dangkal. Artikel karya tulis Ilmiah. Semarang: UNDIP

Moh. Faisol Al Fady (2012). Perbedaan efektivitas perawatan luka menggunakan Madu dan sofratulle terhadap proses penyembuhan luka diabetik pasien

diabetes mellitus di wilayah Kerja puskesmas rambipuji jember. Jember: Universitas Jember


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.